Published on
February 15, 2010.
Publish news about your music group, write an announce about new album release, let people know about you and your art if music!
Dear friends! We are pleased to inform you that from today you are free to publish announcements, news, updates, CD release and other articles at our site. If you are an musician, producer or representative of musical ensemble, register at our site, login in and start blogging! We invite you to take a direct part. Your article will be translated on more then 50 languages and published at the home page in several days after submitting.
Published on
November 19, 2008.
Duo Victoria Legrand dan Alex Scally akan merilis follow-up setelah album sophomore-nya, “Devotion” , mendapat rave reviews dan pujian dimana-mana. Kita di Ripple sangat menyukai alunan vokal Legrand yang sedikit mengingatkan pada Hope Sandoval dan Edith Piaf. Used To Be yang direncanakan sebagai single dari album barunya menyelipkan sedikit distorsi dari sound analog minimalis yang biasa mereka mainkan. Untuk pecinta indie rock/dream pop, segera nantikan follow up berikutnya!
(0)
Published on
November 19, 2008.
Bukanlah… Pidato atau janji/ Yang kami tunggu selama ini/ Tetapi gerakan niat yang nyata/ Dalam membangun rekonstruksi Aceh…
tulah teriakan dari sebuah band asal Aceh, Maggots dalam albumnya “Thanks To The World” pada lagu “Rekonstruksi Bukan Sampah”. Selama ini Aceh mungkin tersingkirkan dalam peta musik independen/ underground di pulau Sumatera yang banyak terpusat di Medan. Maka ketika seorang teman memberikan album ini, ada sedikit rasa penasaran menggumpal. “Ini dia Burgerkill-nya Aceh,” ujar seorang teman. Rasa penasaran tak lagi menggumpal tapi sudah menggunung. Kalau didengarkan band yang berpersonilkan Catzho (vocal), Error (vocal), Rudi (gitar), Daniel (gitar), Pani (bass), Roy (drum), Aulia (percussion), dan Surya G’bhel (sampling) ini memainkan musik metal modern dengan sentuhan etnis khas Tanah Rencong. Beberapa lagu menggunakan bahasa ibu mereka seperti pada lagu “Meu Damee” dan “Ampoen”, hingga penggunaan alat tradisionil khas Aceh yaitu serunekale. Kalau di Bandung, band seperti ini mungkin disematkan pada Authority yang memadukan gamelan dan musik hardcore. Penggunaan bahasa Aceh dan serunekale membuat nuansa musik Maggots agak berbau etnis, tapi bisa mengulitinya lewat kemasan yang cukup solid. Lirik, masih soal perlawanan orang Aceh akan keadilan yang ingin mereka terima dari pemerintah. Mungkin musik seperti ini bisa lebih berbicara dibandingkan separatisme. Asal mereka memiliki satu kunci penting: konsistensi terhadap sikap perlawanan yang mereka usung!
Management & Corespondence:
Jln. T. Dhi Long II, Lr Juroeng Raya No. 3 Kec. Banda Raya, Lhong Raya, Banda Aceh
Mobile: 08126929271
Booking Agency:
Roy: 085260017065
Rudi: 081360716461
(2)
Published on
November 19, 2008.
A Selected Visual History of American Hardcore MusicNathan Nedorostek & Anthony PappalardoMTV Press, 500 Halaman
Ketika punk rock berevolusi menjadi hardcore di Amerika pada sekitar awal 80-an, anak muda yang menyukai musik-musik cepat dan sikap punk ini tetap berada pada sikap mereka yang rebellious dan anti-kemapanan. Semua mengkristal menjadi satu bentuk komunikasi baru. Salah satu yang bisa dilihat mungkin komunikasi non-verbal dalam bentuk fashion, attitude, media, dsb. Buku ini lah yang mendokumentasikan bentuk-bentuk komunikasi non-verbal tersebut. Bagaimana cerminan anak hardcore memakai sepatu docs, jeans, T-shirt, Chuck Taylor, Vans, dsb. Atau bagaimana bentuk-bentuk komunikasi visual lainnya macam photographs, illustrations, rare records, t-shirts, dan zines bisa menjadi cerminan estetika, etika, musik dan sikap hardcore itu sendiri.
(Idharrez)
You’ll find updates soon.
Published on
February 3, 2007.
Tak banyak sebuah band rock di Indonesia bisa eksis selama 15 tahun dan merilis 9 album. Terkecuali untuk Netral. Setelah bergonta-ganti personil maka kini Netral yang terdiri dari Bagus (bass/vokal), Coki (gitar) dan Eno (drum) merilis album kesembilannya yang dinamakan sesuai dengan urutan album tersebut “9″. Jika Michael Moore membuat film 9/11 maka disini saya mendefinisikannya dengan Fahrenheit 9/15 karena eksistensi 9 album dan 15 tahun perjalanan Netral ini …Read More
An Evening Conversation With SORE
Dua tahun setelah membius dengan ‘Centralismo’ yang sukses besar, kini SORE kembali dengan album kedua mereka, ‘Ports of Lima’. Berikut ini adalah pengantar untuk Continue reading ‘Netral – Fahrenheit’
(0)
Recent Comments