Supported by Outlook Import Software, Software tool for importing EML emails into Outlook profile or .PST file


MAGGOTS – Aceh

Bukanlah… Pidato atau janji/ Yang kami tunggu selama ini/ Tetapi gerakan niat yang nyata/ Dalam membangun rekonstruksi Aceh…

tulah teriakan dari sebuah band asal Aceh, Maggots dalam albumnya “Thanks To The World” pada lagu “Rekonstruksi Bukan Sampah”. Selama ini Aceh mungkin tersingkirkan dalam peta musik independen/ underground di pulau Sumatera yang banyak terpusat di Medan. Maka ketika seorang teman memberikan album ini, ada sedikit rasa penasaran menggumpal. “Ini dia Burgerkill-nya Aceh,” ujar seorang teman. Rasa penasaran tak lagi menggumpal tapi sudah menggunung. Kalau didengarkan band yang berpersonilkan Catzho (vocal), Error (vocal), Rudi (gitar), Daniel (gitar), Pani (bass), Roy (drum), Aulia (percussion), dan Surya G’bhel (sampling) ini memainkan musik metal modern dengan sentuhan etnis khas Tanah Rencong. Beberapa lagu menggunakan bahasa ibu mereka seperti pada lagu “Meu Damee” dan “Ampoen”, hingga penggunaan alat tradisionil khas Aceh yaitu serunekale. Kalau di Bandung, band seperti ini mungkin disematkan pada Authority yang memadukan gamelan dan musik hardcore. Penggunaan bahasa Aceh dan serunekale membuat nuansa musik Maggots agak berbau etnis, tapi bisa mengulitinya lewat kemasan yang cukup solid. Lirik, masih soal perlawanan orang Aceh akan keadilan yang ingin mereka terima dari pemerintah. Mungkin musik seperti ini bisa lebih berbicara dibandingkan separatisme. Asal mereka memiliki satu kunci penting: konsistensi terhadap sikap perlawanan yang mereka usung!

Management & Corespondence:

Jln. T. Dhi Long II, Lr Juroeng Raya No. 3 Kec. Banda Raya, Lhong Raya, Banda Aceh

Mobile: 08126929271

Booking Agency:

Roy: 085260017065

Rudi: 081360716461

1 Response to “MAGGOTS – Aceh”


Leave a Reply